Sabtu, 07 Mei 2011

penggerakan peran serta masyarakat


TUGAS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
TENTANG
PENGGERAKAN PERAN SERTA MASYARAKAT
OLEH
YOPI SILVIA
0921827
IIA
                            PRODI DIII KEBIDANAN       
DOSEN PEMBIMBING: ETY APRIANTI, SKM
STIKes MERCUBAKTIJAYA PADANG
2011
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum warahmatullahiwabarakatuh
             Alhamdulillahirabbbil alamin,segala puji bagi Allahyang telah menurunkan alQuran sebagai pedoman AlQuran sebagai pedoman hidup kita dan juga marilah kita bersukur kepada Allah yang telah memberikan hidup yang begitu indah.
           Kemudian salawat beriringan salam tak bosan-bosannya kita sanjungkan kepada Nabi besar kita yakni Muhammad SAW, karna berkat perjuangan beliau kita bisa merasakan nikmatnya alam yang penuh keislaman seperti sekarang ini.
         Syukur Alhamdullilah akhirnya dengan izin Allah saya selaku penyusun dapat menyelesaikan makalah tentang “PENGGERAKAN PERAN SERTA MASYARAKAT” . dan terima kasih saya ucapkan kepada ibuk ETY APRIANTI,SKM yang telah membimbing saya sehingga tersusunnya makalah ini.Penyusun menyadari bahwa dalam penyelesaian makalah ini masih jauh dari sempurna baik dari segi menyusun isi maupun pembahasannya, maka dari itu saya selaku penyusun sangat berharap agar memberikan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini dimasa yang akan datang.

Padang,           21 April 2011
Penulis



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...............................................................................
DAFTAR ISI.............................................................................................           BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar belakang masalah........................................................................................
1.2  rumusan masalah.................................................................................................
1.3 tujuan penulisan...................................................................................................
BAB II ISI
       2.1 .............................................................................................................................
            2.2 .................................................................................................................. ...........
BAB III PEMBAHASAN SOAL
3.1 Soal objektif.........................................................................................................
3.2 soal essay.............................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA





BAB I
PENDAHULUAN

Peran serta masyarakat memiliki makna yang amat luas. Semua ahli mengatakan bahwa partisipasi atau peran serta masyarakat pada hakekatnya bertitik tolak dari sikap dan perilaku namun batasannya tidak jelas, akan tetapi mudah dirasakan, dihayati dan diamalkan namun sulit untuk dirumuskan.
Peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan adalah keadaan dimana individu, keluarga maupun masyarakat umum ikut serta bertanggung jawab terhadap kesehatan diri, keluarga, ataupun kesehatan masyarakat lingkungannya ( Dep Kes RI, 1997, hal 5 ).
Pergerakan dan Pemberdayaan Masyarakat adalah segala upaya yang bersifat persuasif dan tidak memerintah yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, perilaku dan kemampuan masyarakat dalam menemukan, merencanakan dan memecahkan masalah menggunakan sumber daya/potensi yang mereka miliki termasuk partisipasi dan dukungan tokoh-tokoh masyarakat serta LSM yang ada dan hidup di masyarakat
Jadi peran serta masyarakat sangat dibutuhkan sekali dalam bidang kesehatan.Karena,tanpa peran dari masyarakat penggerakan peran serta masyarakat tidak akan berjalan dengan lancar.Karena,semua masyarakat harus bertanggung jawab terhadap kesehatan diri,keluarga,ataupun kesehatan masyarakat lingkungannya.


BAB II
ISI

PENGERTIAN
a.   Pergerakan dan Pemberdayaan Masyarakat adalah segala upaya yang bersifat persuasif dan tidak memerintah yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, perilaku dan kemampuan masyarakat dalam menemukan, merencanakan danmemecahkan masalah menggunakan sumber daya/potensi yang mereka miliki termasuk partisipasi dan dukungan tokoh-tokoh masyarakat serta LSM yang ada dan hidup di masyarakat.
b.   Peran serta masyarakat adalah suatu bentuk bantuan masyarakat dalam hal pelaksanaan upaya kesehatan preventif, promotif, kuratif dan rehabilitattif dalam bentuk bantuan tenaga, dana, sarana, prasarana serta bantuan moralitas sehingga tercapai tingkat kesehatan yang optimal.
c.    Peran serta masyarakat memiliki makna yang amat luas. Semua ahli mengatakan bahwa partisipasi atau peran serta masyarakat pada hakekatnya bertitik tolak dari sikap dan perilaku namun batasannya tidak jelas, akan tetapi mudah dirasakan, dihayati dan diamalkan namun sulit untuk dirumuskan.
Peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan adalah keadaan dimana individu, keluarga maupun masyarakat umum ikut serta bertanggung jawab terhadap kesehatan diri, keluarga, ataupun kesehatan masyarakat lingkungannya ( Dep Kes RI, 1997, hal 5 )

TUJUAN PERAN SERTA MASYARAKAT

Tujuan program peran serta masyarakat adalah meningkatkan peran dan kemandirian, dan kerjasama dengan lembaga-lembaga non pemerintah yang memiliki visi sesuai; meningkatkan kuantitas dan kualitas jejaring kelembagaan dan organisasi non pemerintah dan masyarakat; memperkuat peran aktif masyarakat dalam setiap tahap dan proses pembangunan melalui peningkatan jaringan kemitraan dengan masyarakat.(www.syakira-blog.blogspot.com.)
Tujuan PSM terbagi 2:
a.tujuan umum: Meningkatkan kemandirian masyarakat dan keluarga dalam bidang kesehatan sehingga masyarakat dapat memberikan andil dalam meningkatkan derajat kesehatannya.
b.tujuan khusus
1. Meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam bidang kesehatan
2. Meningkatkan kemampuan masyarakat dalam pemeliharaan dan peningkatan derajat kesehatannya sendiri
3. Meningkatkan pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan oleh masyarakat.
4. Terwujudnya pelembagaan upaya kesehatan masyarakat di tingkat lapangan

 Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Peran Serta Masyarakat
1). Manfaat kegiatan yang dilakukan.
Jika kegiatan yang dilakukan memberikan manfaat yang nyata dan jelas bagi masyarakat maka kesediaan masyarakat untuk berperan serta menjadi lebih besar.
2). Adanya kesempatan.
Kesediaan juga dipengaruhi oleh adanya kesempatan atau ajakan untuk berperanserta dan masyarakat melihat memang ada hal-hal yang berguna dalam kegiatan yang akan dilakukan.
3). Memiliki ketrampilan.
Jika kegiatan yang dilaksanakan membutuhkan ketrampilan tertentu dan orang yang mempunyai ketrampilan sesuai dengan ketrampilan tersebut maka orang tertarik untuk berperanserta.
4). Rasa Memiliki.
Rasa memiliki suatu akan tumbuh jika sejak awal kegiatan masyarakat sudah diikut sertakan , jika rasa memiliki ini bisa ditumbuh kembangkan dengan baik maka peranserta akan dapat dilestarikan.
5). Faktor tokoh masyarakat.
Jika dalam kegiatan yang diselenggarakan masyarakat melihat bahwa tokoh - tokoh masyarakat atau pemimpin kader yang disegani ikut serta maka mereka akan tertarik pula berperan serta.
PRINSIP-PRINSIP PERAN SERTA MASYARAKAT
1. Menumbuhkembangkan kemampuan masyarakat.
2. Menumbuhkan dan atau mengembangkan peran serta masyarakat dalam pembangunan kesehatan
3. Mengembangkan semangat gotong royong dalam pembangunan kesehatan
4. Bekerja bersama masyarakat
5. Menggalang kemitraan dengan LSM dan organisasi kemasyarakatan yang ada di masyarakat
6. Penyerahan pengambilan keputusan kepada masyarakat.
CIRI-CIRI PERAN SERTA MASYARAKAT
1.Upaya yang berlandaskan pada penggerakan dan pemberdayaan masyarakat
2. Adanya kemampuan / kekuatan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri
3. Kegiatan yang segala sesuatu diatur oleh masyarakat secara sukarela
BENTUK PERAN SERTA MASYARAKAT
1). Peran serta karena terpaksa
Masyarakat berperan serta karena adanya ancaman atau sanksi.
2). Peran serta karena imbalan
Adanya peranserta karena adanya imbalan tertentu yang diberikan baik dalam bentuk imbalan materi atau imbalan kedudukan.
3). Peran serta karena kesadaran
Peran serta atas dasar kesadaran tanpa adanya paksaan atau harapan dapat imbalan.
STRATEGI PENGEMBANGAN PERAN SERTA MASYARAKAT
Strategi pengembangan peran serta masyarakat dilakukan melalui pendekatan community organization atau community development yang terencana dan terarah. Dalam hubungan ini akan disampaikan tiga pola yang selama ini dikerjakan.
1). Pola rekayasa manusia dan rekayasa sosial
Peningkatan peran serta masyarakat dapat ditempuh melalui dua strategi yaitu rekayasa manusia dan rekayasa sosial. Kedua strategi ini ditempuh secara terpadu, dengan penekanan sasaran yang berbeda. Teori ini menggunakan dasar teori Rogers tentang innovation decision process, yaitu proses kejiwaan yang dialami individusejak pertama kali memperoleh informasi tentang inovasi, sampai pada saat dia menerima atau menolak inovasi tersebut.
Proses kejiwaan ini tentu saja sangat individual sifatnya, artinya ada individu yang cepat, tetapi ada pula yang sangat lambat dalam menerima informasi. Berdasarkan kecepatan dalam menerima informasi, penduduk dapat dikelompokkan menjadi lima kategori yatu kelompok Inovator, Early adopter, Early majority, Late majority, dan Laggards.
Kelompok Inovator dan Early adopter merupakan kelompok yang berwawasan luas dan berpendidikan lebih dari rata-rata. Mereka merupakan penyaring masuknya inovasi ke dalam kelompok tersebut. Kelompok Early majority akan mengikuti sikap Early adopter sementara kelompok Late majority akan mengikuti sikap yang telah dianut oleh Early majority.
Sedangkan kelompok Laggards adalah mereka yang bersikap tradisional dan sulit menerima bahkan menolak inovasi baru. Kajian terhadap teori ini menunjukkan bahwa intervensi pada Innovator dan Early adopter akan dapat mempengaruhi kelompok Early majority, sementara perubahan positif pada kelompok Early majority akan diikuti oleh kelompok Late majority.
Rekayasa manusia ditujukan kepada kelompok Innovator dan Early adopter yang relatif mempunyai wawasan, tingkat pendidikan dan pengetahuan yang lebih baik. Kelompok ini tidak banyak, sekitar 16%, tetapi merupakan pengambil keputusan yang berpengaruh. Oleh karena itu perlu didekati secara interpersonal. Rekayasa manusia ini dilakukan melalui advokasi kepada para pemimpin dan tokoh masyarakat setempat secara informal dulu, baru bila telah mendapatkan lampu hijau dilakukan pendekatan secara formal.
Rekayasa sosial dimaksudkan untuk menggerakkan kelompok Early majority yang proses penerimaan inovasinya lebih lambat dan berkiblat pada kelompok Early adopter. Pada kelompok besar ini tidak mungkin dilakuan rekayasa manusia, karena akan membutuhkan tenaga yang banyak dan waktu yang lama. Ole karena itu pada kelompok ini digunakan rekayasa sosial berupa pengorganisasian masyarakat. Wujud rekayas sosial adalah pembentukan kelompok kerja di tingkat masyarakat (misalnya Posyandu, Pos Obat Desa, Dana Sehat, Pos UKK, Polindes, Sadari, Posbindu Usila/Pos pembinaan terpadu usia lanjut, dll), yang prinsipnya adalah menumbuhkan kader teknis kesehatan. Lewat kerja kader inilah diharapkan terjadi alih pengetahuan dan olah keterampilan di bidang kesehatan, dari petugas kepada kader dan dari kader kepada masyarakat. Dari proses yang panjang dan lama ini secara bertahap dapat mempengaruhi kelompok Late majority untuk mengikuti jejak kelompok di atasnya. Dengan demikian, harapan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan hidup sehat bagi segenap penduduk dapat tercapai.
Pola rekayasa manusia dan rekayasa sosial ini dikembangkan pula di tingkat petugas, dimana para pemimpin kelompok/institusi digarap dengan rekayasa manusia, sementara pengembangan organisasinya ditempuh melalui rekayasa sosial.
2). Pola Penggunaan Norma
Pola ini mendasarkan perubahan yang terencana melalui pengamalan dan perubahan norma yang dianut oleh masyarakat itu, mulai dari saat perencanaan hingga inplementasinya.
Aspek perencanaan pada awal program kesehatan memegang peranan yang sangat penting, apalagi bila sasarannya adalah masyarakat yang mempunyai nilai/norma sosial budaya tertentu. Prinsipnya adalah bagaimana kita menggunakan dan menerapkan pengetahuan dan sumber daya lainnya secara sadar, sebagai alat untuk memodifikasi pola perilaku kearah yang diharapkan.
Robert Chin dan Keneth D.Benne mengemukakan bahwa ada Tiga srategi dalam melakukan perubahan terencana, yaitu:
a). Empirical rational strategies
Strategi rasional empiric ini mempunyai asumsi dasar bahwa manusia akan menerima perubahan bila rasional dan menguntungkan dirinya. Strategi ini banyak berhasil pada penyebaran teknologi kebendaan (think technology), tetapi kurang berhasil untuk teknologi perangkat lunak (people technology).

b). Normative-reducative strategies
Strategi ini mempunyai asumsi dasar sebagai berikut:
1. Rasionalitas dan intelegensi tetap penting
2. Pola bertindak atau berperilaku masyarakat dipengaruhi oleh norma sosial budaya dan kesetiaan anggota masyarakat terhadap norma tersebut.
3. Perubahan pola berperilaku lebih cepat terjadi bila orang diajak terlibat untuk mengubah orientasi normatifnya.
Atas dasar asumsi tersebut, untuk penerapannya diperlukan change agent yang aktif mendekati masyarakat, dengan prinsip: Penekanan pada kebutuhan dan persepsi masyarakat, Perlu kerja sama antara change agent dengan masyarakat, penggunaan metode perilaku yang selektif dan tepat guna, dan tidak berapriori terhadap masalah yang dihadapi masyarakat.
Perubahan perilaku diarahkan pada: Perbaikan kemampuan pemecahan masalah oleh masyarakat, memberi kesempatan bertumbuh kepada mereka yang mewarnai perubahan system yang akan diubah, dan metode ini berhasil baik untuk penyebarluasan teknologiperangkat lunak (people technology).
c). Power coercive strategies
Asumsi dasarnya adalah bahwa orang yang tidak mempunyai kekuasaan akan patuh/mengikuti mereka yang mempunyai kekuasaan (baik berupa kekuatan politik, ekonomi, moral, dll).
KEMAMPUAN DAN KEKUATAN YANG DIMILIKI DALAM PERAN SERTA MASYARAKAT
1.Tokoh masyarakat
2. Organisasi kemasyarakatan
3. Dana masyarakat
4. Sarana dan material yang dimiliki masyarakat
5. Pengetahuan masyarakat
6. Teknologi yang dimiliki masyarakat
7. Pengambilan keputusan
PROSES PENGGERAKAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
1. Mengenali kondisi dari masyarakat, yaitu :
     a. Mengenali karakteristik masyarakat
     b. Menggalang kesepakatan dengan berbagai tokoh masyarakat baik formal maupun non formal
     c. Mengenali prioritas keinginan masyarakat
     d. Kepemimpinan dalam menggerakan masyarakat
2. Melakukan pendekatan terhadap tokoh masyarakat serta lembaga-lembaga masyarakat yang ada, dan melibatkan lembaga dan tokoh-tokoh tersebut dalam kegiatan
3. Menfasilitasi masyarakat dalam kegiatan yang dilakukan dengan harapan agar terjadi proses pembelajaran dan juga proses menolong diri sendiri,
4. Menyenggarakan forum pertemuan kelompok-kelompok sebagai wahana untuk berdiskusi,saling berbagi pengalaman, mengemukakan masalah dan mencari solusi bersama.
5. Penggalian dan pengembangan potensi masyarakat
6. Penumbuhan dan pembentukan wadah dari kegiatan yang berasal dari pengembangan potensi masyarakat tersebut.
7. Jika Kegiatan Pengembangan dan pemberdayaan masyarakat dilaksanakan di suatu wilayah sebaiknya dilakukan pada cakupan masyarakat yang terkecil.
TAHAPAN KEGIATAN PENGGERAKAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
1. Tahap Penjajakan. Pada awal penggerakan dan pemberdayaan masyarakat akan tahu apa sebenarnya yang dibutuhkan dan juga potensi apa yang dimiliki oleh masyarakat. Dalam tahap ini yang dilakukan adalah : Pengenalan Masalah dan Penentuan Prioritas Masalah , Identifikasi Potensi Masyarakat dan Sumber lainnya serta Pemecahan Masalah dan Pemikiran Alternatif Pemecahan Masalah
     a. Pengenalan Masalah
          Masalah adalah kesenjangan antara apa yang ditemukan dengan apa yang seharusnya, atau adanya suatu kesenjangan        antara apa yang diharapkan (what should be) dengan apa yang terjadi (what it is).
          1) Masalah yang menyangkut masyarakat
          2) Masalah manajemen upaya kesehatan
          3) Masalah pada lingkungan
          Contoh masalah : Target Kunjungan Bumil : 100% dari bumil yang ada (jumlah bumil 100 orang). Hasil Kegiatan : jumlah   Kunjungan Bumil 75 orang . Kesenjangan : target tidak tercapai (hanya tercapai 75% dari bumil yang ada)
     b. Penentuan Prioritas Masalah
          Diusahakan prioritas masalah dipilih melalui kesepakatan. Penentuan prioritas masalah diperlukan karena : Adanya keterbatasan sumber daya dibandingkan dengan problem dan atau kebutuhan yang harus diselesaikan atau dipenuhi , Problem dan kebutuhan kesehatan lebih besar dibandingkan dengan sumber daya yang ada .
     c. Merumuskan Masalah
         WHAT= Apa masalahnya , WHO = Siapa yang terkena masalahnya , WHEN = Bilamana masalah terjadi , WHERE = Dimana masalah terjadi , HOW = Berapa Besar masalahnya
     d. Mencari akar penyebab masalah
          Kategori yang dapat digunakan adalah : man, money, material, methode , apa, bagaimana, mengapa, dimana
     e. Menetapkan cara-cara memecahkan masalah
          Kesepakatan di antara anggota masyarakat. Bila tidak terjadi kesepa katan dapat digunakan kriteria matriks. Harus dicari alternatif pemecah an masalahnya.
2. Tahap Perencanaan , dengan membuat rumusan tujuan kegiatan, menyusun rencana kegiatan dan berikutnya melakukan pengorganisasian kegiatan.
3. Tahap Persiapan Pelaksanaan,melakukan penyuluhan tentang kegiatan yang akan dilakukan , selanjutnya dilakukan orientasi dan latihan bagi petugas dan selanjutnya menyiapkan fisik dan non fisik untuk melaksanakan kegiatan.
4. Tahap Pelaksanaan Kegiatan di Lapangan, adalah melakukan advokasi kepada penentu kebijakan, Toma-Toga dan komponen masyarakat lainnya yang mempunyai pengaruh dalam keberhasilan kegiatan, selanjutnya dilakukukan KIE dan KIP Konseling, melakukan pemberdayaan institusi masyarakat, dan akhirnya dilakukan pelayanan program.
5. Monitoring dan Evaluasi
SASARAN PENGGERAKAN PERAN SERTA MASYARAKAT
  1. Tokoh masyarakat (tokoh formal, tokoh adat, tokoh agama dan sebagainya)
  2. Keluarga dan dasa wisma (persepuluhan keluarga)
  3. Kelompok masyarakat dengan kebutuhan khusus kesehatan (generasi muda, wanita, angkatan kerja dan lain-lain)
  4. Organisasi masyarakat yang secara langsung maupun tidak langsung dapat menyelenggarakan upaya kesehatan, antara lain : organisasi profesi, pengobatan tradisional, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan sebagainya
  5. Masyarakat umum di desa, di kota dan di pemukiman khusus (tarnsmigran dan sebagainya)
LANGKAH PENGEMBANGAN DAN MENGEMBANGKAN KEGIATAN PERAN SERTA MASYARAKAT
1.Langkah Pengembangan PSM Umum :
a. penggalangan dukungan penentu kebijaksanaan, pemimpin wilayah, lintas sektor dan berbagai organisasi kesehatan yang dilaksanakan melalui dialog, seminar, lokakarya dalam rangka KIM, dengan memnfaatkan media masa dan sistem informasi kesehatan.
b. Persiapan petugas penyelenggara melalui pelatihan, orientasi atau sarasehan kepemimpinan di bidang kesehatan
c. Persiapan masyarakat melalui rangkaian kegiatan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengenal dan memecahkan masalah kesehatan, dengan menggali dan menggerakkan sumber daya yang dimilikinya.
2.Kegiatan Mengembangkan PSM Umum :
a. pendekatan kepada tokoh masyarakat
b. survey mawas diri masyarakat untuk mengenali masalah kesehatan (diagnosa masalah kesehatan)
c. musyawarah masyarakat desa untuk penentuan pemecahan masalah kesehatan yang dihadapi (penetapan resep pemecahan masalah oleh masyarakat dan latihan kader)
d. pelaksanaan kegiatan kesehatan oleh dan untuk masyarakat melalui kadernya yang telah terlatih (tindakan terapi oleh masyarakat)
e. pengembangan dan pelestarian kegiatan kesehatan oleh masyarakat
KERANGKA TEORI PERAN SERTA MASYARAKAT
1.Faktor yang mempengaruhi Peran Serta Masyarakat
a. Perilaku individu
Perilaku individu dipengaruhi oleh berbagai hal seperti : tingkat pengetahuan, sikap mental, tingkat kebutuhan individu, tingkat keterikatan dalam kelompok, tingkat kemampuan sumber daya yang ada.
1) Tingkat pengetahuan
Tingkat pengetahuan seseorang mempengaruhi perilaku individu. Makin tinggi pendidikan / pengetahuan kesehatan seseorang, makin tinggi kesadaran untuk berperan serta. Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan langsung antar tingkat pendidikan ibu dan kesehatan keluarganya.
Dalam permasalahan kesehatan, sering dijumpai bahwa persepsi masyarakat tidak selalu sama dengan persepsi dengan persepsi pihak provider kesehatan (tenaga kesehatan).
Untuk mencapai kesepakatan atau kesamaan persepsi sehingga tumbuh keyakinan dalam hal masalah kesehatan yang dihadapi diperlukan suatu proses (KIM) yang mantap.
Dalam proses ini diharapkan terjadi perubahan perilaku seseorang, yang tahap-tahapnya adalah :
- pengenalan (awarenes)
- peminatan (interest)
- penilaian (evaluation)
- percobaan (trial)
- penerimaan (adoption)
2) Sikap mental
Sikap mental pada hakekatnya merupakan kondisi kejiwaan, perasaan dan keinginan (mind, feeling and mood) seseorang sehingga hal tersebut berpengaruh pada perilaku serta pada akhinya perbuatan yang diwujudkannya.
Kondisi ini didapatkan dari proses tumbuh kembang individu sejak masa bayi/anak dan berkembang pula dari pendidikan serta pengalaman hidupnya dalam berinteraksi dengan lingkungan/masyarakatnya.
Dengan memahami sikap mental masyarakat (norma), maka para pemberi pelayanan sebagai “Prime Mover” akan dapat membentuk strategi perekayasaan manusia dan sosial..
3) Tingkat kebutuhan individu
Berkaitan dengan sistem kebutuhan yang terdapat dalam diri individu, MASLOW mengatakan bahwa pada diri manusia terdapat sejumlah kebutuhan dasar yang menggerakkannya untuk berperilaku.
Kelima kebutuhan menurut MASLOW tersebut terikat dalam suatu hirarki tertentu berdasarkan kuat lemahnya MOTIVASI. Motivasi adalah penggerak batin yang mendorong seseorang dari dalam untuk menggunakan tenaga yang ada pada dirinya sebaik mungkin demi tercapainya sasaran.
Implikasi dari uraian diatas adalah bahwa sepanjang perilaku berperan serta yang dikehendaki dapat memenuhi kebutuhan poko anggota masyarakat dan sejalan dengan norma dan nilai yang dianut, maka peran serta tersebut dapat berkembang.
Sebaliknya, perilaku yang lain (baru ataupun berlawanan) tidak akan munculdengan mudah apabila kebutuhan pokok anggota masyarakat tersebut tidak dipenuhi.
4) Tingkat keterikatan kelompok
Suatu masyarakat terdiri dari individu/keluarga yang hidup bersama, terorganisi dalam suatu sistem sosial atau ikatan. Sesuai dengan kepentingan dan aspirasi anggotanya sistem sosial tersebut dapat berupa organisasi/ikatan : politik, ekonomi, sosbud, agama, profesi, pendidikan, hukum, dll. Organisasi / institusi bentukan dari sistem sosial tersebut bervariasi besarnya dan profil sosial ekonominya, serta tingkatannya, mulai dari paguyuban atau bahkan kelompok terisolir pada tingkat desa, kota dan nasional.
5) Tingkat kemampuan sumber daya
perilaku individu juga diepengaruhi oleh tersedianya sumber daya terutama sarana untuk pemenuhan kebutuhan baik yang dimiliki olehnya maupun yang tersedia dimasyarakat
b. Perilaku masyarakat
Perilaku masyarakat dipengaruhi terutama oleh keadaan politik, ekonomi, sosial budaya, pendidikan dan agama
1) Keadaan dan struktur politik ; sangat penting peranannya dalam mempengaruhi derajat perilaku masyarakat yang selanjutnya akan mewujudkan peran serta masyarakat. Kestabilan dan kesepakatan politik, perangkat-perangkat lunak juga hukum yang ada serta wadah yang jelas merupakan hal penting dalam menunjang perwujudan kearah itu.
2) Keadaan ekonomi ; sangat penting pula pengaruhnya terhadap perwujudan peran serta masyarakat, mengingat kemajuan yang dicapai dibidang ekonomi lebih memungkinkan kemampuan masyarakat untuk berperan serta dalam berbagai aspek pembangunan
3) Aspek sosial-budaya ; turut menentukan pula pengaruhnya terhadap perwujudan peran serta masyarakat. Dalam berbagai hal masih sering dijumpai situasi dimana tata nilai budaya masyarakat indonesia tertentu belum lagi memungkinkan terwujudnya perilaku hidup sehat, apalagi untuk berperan serta dalam pembangunan kesehatan seperti yang diharapkan.
4) Aspek pendidikan ; tingkat pendidikan suatu bangsa akan mempengaruhi perilaku rakyatnya. Makin tinggi pendidikan masyarakat makin tinggi kesadaran kesehatannya.
5) Aspek Agama ; ketentuan atau ajaran-ajaran yang berlaku dalam berbagai agama mempengaruhi perilaku masyarakat. Agama dapat merupakan jembatan ataupun hambatan bagi terwujudnya perilaku positif masyarakat dalam kesehatan.









BAB III
Pembahasan Soal
1.Suatu bentuk bantuan masyarakat dalam hal pelaksanaan upaya kesehatan preventif,promotif,kuratif,dan rehabilitatif dalam bentuk bantuan tenaga,dana,sarana,prasarana,serta moralitas sehingga tercapai tingkat kesehatan yang optimal,merupakan pengertian dari:                                                                                                                      a.masyarakat                                                                                                                                                             b.tingkah laku                                                                                                                                                           c.PSM                                                                                                                                                                     d.pemberdayaan masyarakat
2.Sebutkan tujuan umum dari PSM                                                                                                                       a.meningkatkan kesejahteraan                                                                                                                               b.meningkatkan kemandirian masyarakat dan keluarga dalam bidang kesehatan sehingga masyarakat memberikan andil dalam meningkatkan derajat kesehatan                                                                c.kemakmuran masyarakat                                                                                                                                    d.meningkatkan derajat kesehatan
3.Faktor-faktor yang mempengaruhi PSM,kecuali:                                                                                               a.adanya kesempatan                                                                                                                                             b.memiliki keterampilan                                                                                                                                        c.rasa memiliki                                                                                                                                                           d.kesejahteraan masyarakat
4.Prinsip-prinsip dari PSM,adalah                                                                                                                        a.menumbuh kembangkan kemampuan masyarakat                                                                                             b.rasa memiliki                                                                                                                                                              c.kesejahteraan masyarakat                                                                                                                                    d.adanya kesempatan
5.Kemampuan dan kekuatan yang dimiliki dalam PSM,adalah                                                                            a.anak-anak                                                                                                                                                           b.tokoh masyarakat                                                                                                                                                c.individu                                                                                                                                                              d.kelompok
Essay:
1.Sebutkan bentuk dari PSM








PENYELESAIAN:
1.C
2.B
3.D
4.A
5.B

1.Bentuk dari PSM                                                                                                                                                               1.peran serta karena terpaksa:masyarakat berperan serta karena adanya ancaman/sanksi                                                                                                                                                                      2.peran serta karena imbalan:adanya peran serta karena adanya imbalan tertentu yang diberikan baik dalam bentuk imbalan,materi/imbalan kedudukan.                                                   3.peran serta karena kesadaran:peran serta atas dasar kesadaran tanpa adanya paksaan/harapan dapat imbalan 





DAFTAR PUSTAKA
Lulu Anita.2008.Hubungan Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Peran dan Fungsinya dalam Bidang Kesehatan Terhadap Peran Serta Masyrakat
Maulana,Heri D.J.2009.Promosi Kesehatan.Jakarta:EGC,2009
Effendy Nasrul.1998.Dasar-dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat,Jakarta;EGC:1998
Departement Kesehatan RI.1997.Pendekatan Kemasyarakatan.Jakarta:Depkes RI,Direktorat Bina Peran Serta Masyarakat












                                                                                                                                                                                                                         
                                                                                                                                                                                    












Tidak ada komentar:

Poskan Komentar